Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Edukasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Mei 2013

Kelulusan UN SMP di Jateng Capai 99,77%

SEMARANG, Kelulusan Ujian Nasional (UN) SMP Jateng tahun ini mencapai angka 99,77%. Prosentase tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil UN tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2011/2012 angka kelulusan Jateng 99,154%, namun di tahun ini meningkat 0,616% menjadi 99,77%.

Secara terperinci untuk jenjang SMP jumlah peserta 372.279 siswa, lulus 371.517 siswa (99,795%) dan tidak lulus 762 (0,205%). Jenjang MTs jumlah peserta 116.444 siswa, lulus 116.185 (99,778%), tidak lulus 259 siswa (0,222%). Jenjang SMP Terbuka jumlah peserta 3.509 siswa, lulus 3.397 (96,808%), tidak lulus 112 (3,192%). Jenjang SMPLB jumlah peserta 167 siswa, lulus 167 siswa (100%).

Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto mengatakan, dari total jumlah peserta UN SMP sebanyak 492.339 siswa di 4.787 sekolah, 491.266 siswa berhasil menyelesaikan studi di jenjang tersebut. Sedangkan, sebanyak 1.133 siswa atau 0,23% tidak lulus.

Ia menambahkan, salah satu SMP di Jawa Tengah menduduki peringkat pertama untuk nilai rata-rata UN yaitu SMPN 1 Magelang. Nilai total rata-rata UN di SMP N 1 Magelang mencapai 36,56 dari empat mata pelajaran.

"Tahun kemarin SMPN 1 Magelang juara pertama di tingkat Jateng dan tahun ini di tingkat nasional," tandasnya.

Salah satu siswa di SMP N 1 Magelang bernama Setiati Nur Chasanah, lanjut Nur, menduduki peringkat kedelapan UN secara nasional. Untuk peringkat kesembilan dan kesepuluh nasional juga diperoleh siswa di Jawa Tengah.

"Peringkat kesembilan diperoleh Martus Solichah dari SMPN 1 Salaman dan kesepuluh Farrell Gerrard A dari SMP Masehi Temanggung. Ketiga siswa tersebut meraih nilai rata-rata UN 9,84," tandasnya.

"Untuk di Jateng pengumuman di masing-masing sekolah di kabupaten/kota serentak akan dilakukan hari ini, Sabtu (1/6) pada pukul 15.00. Kami berharap dinas pendidikan kota/kabupaten dan jajarannya dapat mengendalikan para siswa dalam melampiaskan kegembiraannya. Adapun, pakaian seragam pantas pakai lulusan lebih baik disumbangkan kepada yang berhak menerima," pungkas Nur.

(suaramerdeka | ms-InfoBlora)

Kamis, 30 Mei 2013

UANG KULIAH TUNGGAL : Universitas Negeri Tak Boleh Pungut Uang Pangkal

JAKARTA. Daftar uang kuliah tunggal seluruh perguruan tinggi negeri, dapat dilihat di Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 55/2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempublikasikan daftar uang kuliah tunggal perguruan tinggi negeri tersebut.

Menurut peraturan itu, UKT merupakan satu-satunya biaya kuliah yang dipungut PTN dari mahasiswa, sehingga pemungutan uang pangkal tidak lagi diperbolehkan.

Mulai tahun ajaran 2013/2014, UKT ditetapkan secara terpusat untuk tiap program studi tiap PTN.
UKT merupakan hasil dari pengurangan biaya kuliah tunggal dengan subsidi yang dibayarkan pemerintah kepada PTN.

Dalam lampiran Permendikbud no 55/2013 UKT dibagi menjadi hingga 8 kelompok tarif berdasarkan kemampuan ekonomi mahasiswa. Pengelompokan tarif ditetapkan berbeda tiap program studi per PTN.
PTN wajib memberlakukan 2 kelompok UKT dengan nilai pungutan terendah (kelompok I dan II) kepada masing-masing 5 persen dari jumlah mahasiswa yang diterima.

Permendikbud No. 55 Tahun 2013 tentang Biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal pada Perguruan Tingi Negeri di lingkungan Kemendikbud butir “memutuskan” mengatur:
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG BIAYA KULIAH TUNGGAL DAN UANG KULIAH TUNGGAL PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
Pasal 1
(1) Biaya kuliah tunggal merupakan keseluruhan biaya operasional per mahasiswa per semester pada program studi di perguruan tinggi negeri.
(2) Biaya kuliah tunggal digunakan sebagai dasar penetapan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa masyarakat dan Pemerintah.
(3) Uang kuliah tunggal merupakan sebagian biaya kuliah tunggal yang ditanggung setiap mahasiswa berdasarkan kemampuan ekonominya.
(4) Uang kuliah tunggal sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan berdasarkan biaya kuliah tunggal dikurangi biaya yang ditanggung oleh Pemerintah.
Pasal 2
Uang kuliah tunggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) terdiri atas beberapa kelompok yang ditentukan berdasarkan kelompok kemampuan ekonomi masyarakat.
Pasal 3
Biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dan Pasal 2 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dengan Peraturan Menteri ini.
Pasal 4
(1) Uang kuliah tunggal kelompok I sebagaimana dimaksud dalam Lampiran diterapkan paling sedikit 5 (lima) persen dari jumlah mahasiswa yang diterima di setiap perguruan tinggi negeri.
(2) Uang kuliah tunggal kelompok II sebagaimana dimaksud dalam Lampiran diterapkan paling sedikit 5 (lima) persen dari jumlah mahasiswa yang diterima di setiap perguruan tinggi negeri.
Pasal 5
Perguruan tinggi negeri tidak boleh memungut uang pangkal dan pungutan lain selain uang kuliah tunggal dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma mulai tahun akademik 2013 – 2014.
Pasal 6
Perguruan tinggi negeri dapat memungut di luar ketentuan uang kuliah tunggal dari mahasiswa baru program Sarjana (S1) dan program diploma nonreguler paling banyak 20 (dua puluh) persen dari jumlah mahasiswa baru mulai tahun akademik 2013 – 2014.
Pasal 7
Biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 berlaku mulai tahun akademik 2013 – 2014.
Pasal 8
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya ke dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Untuk mengetahui besaran biaya kuliah tunggal dan uang kuliah tunggal pada Perguruan Tingi Negeri yang diatur Permendikbud No.55 Tahun 2013 silakan mengakses ke http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/sites/default/files/Lampiran_Permen_UKT.pdf (rs-infoBlora - Kabar24.com)

Ini Hasil SNMPTN Tahun 2013 SMA Negeri 1 Blora


Peserta didik kelas XII SMA Negeri 1 Blora tahun pelajaran 2012/2013 berjumlah 276 terdiri dari 160 program IPA dan 116 program IPS, dari hasil UN yang diumumkan tanggal 24 Mei 2013 semuanya dinyatakan lulus Ujian Nasional 2013.

Kegembiraan warga SMA Negeri 1  Blora terutama kelas XII semakin lengkap dengan diumumkannya hasil SNMPTN pada tanggal 27 Mei 2013, 80 peserta didik dinyatakan lolos SNMPTN 45 peserta didik dari program IPA dan 35 program IPS.

Jumlah yang diterima berdasarkan Perguruan Tinggi adalah sebagai berikut :
1.   Institut Teknologi Bandung: 6
2.   Institut teknologi Sepuluh Nopember Surabaya: 5
3.   Universitas Airlangga Surabaya: 3
4.   Universitas Brawijawa Malang: 3
5.   Universitas Diponegoro Semarang: 27
6.   Universitas Gadjah Mada Yogyakarta: 2
7.   Universitas Haluoleo Kendari: 1
8.   Universitas Indonesia Jakarta: 1
9.   Universitas Negeri Malang: 1
10.  Universitas Negeri Semarang: 11
11.  Universitas Negeri Yogyakarta: 6
12.  Universitas Sebelas Maret Surakarta: 14





Source : SMA 1 Blora (ms-infoblora)

Senin, 27 Mei 2013

Dana Bantuan Operasional Sekolah BOS Blora Terbesar Kedua se Jateng

BLORA. Jumlah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Kabupaten Blora merupakan yang terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Semarang. BOS untuk SMP sederajat  Rp 710 ribu per siswa per tahun. Untuk  SD Rp 570 ribu tiap siswa per tahun. Adapun SMA/sederajat di tahun pelajaran ini berupa rintisan BOS  Rp 10.000 per siswa per bulan. Namun mulai tahun pelajaran 2013/2014 untuk BOS SMA/sederajat dialokasikan Rp 1 juta per siswa per tahun.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora), Achmad Wardoyo, mengemukakan dana BOS tersebut diperuntukkan bagi seluruh siswa. Baik di sekolah negeri dan swasta maupun lembaga pendidikan salafiah. ''Jumlah itu baru dari BOS reguler yang bersumber dari anggaran Pemerintah Pusat melalui APBN,'' ujarnya, kemarin.

Selain BOS reguler, kata Wardoyo,  juga masih ada BOS pendampingan dari APBD Provinsi serta BOS Daerah (Bosda) dari APBD Kabupaten. Pengalokasian dana BOS yang diperuntukkan bagi setiap siswa ini dikelola oleh sekolah.

Dalam penggunaanya, dana tersebut dapat dipakai sebagai anggaran kebutuhan sekolah. Seperti pembelian media pembelajaran siswa dan kebutuhan sekolah lainnya. ''Jadi dana BOS bukan diterima siswa. Tapi dikirim ke rekening sekolah. Adapun untuk siswa ada alokasi dana tertentu. Misalnya, beasiswa ataupun bantuan untuk siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu,'' tandasnya.

Lebih lanjut Wardoyo mengungkapkan, selain dana BOS,  pemerintah juga melaksanakan program bantuan pendidikan dalam bentuk lain. Antara lain, Bantuan Khusus Siswa (BKM) dan Beasiswa Siswa Miskin (BSM). ''Dengan program-program tersebut kami berharap kualitas pendidikan bagi masyarakat Blora dapat meningkat,'' katanya.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho mengemukakan, setiap tahun jumlah dana BOS terus meningkat. Bahkan, sejak tahun 2012 lalu, alokasi dana tersebut di Kabupaten Blora menempati peringkat tertinggi kedua di Jawa Tengah, setelah Semarang.

''Dengan dana yang cukup besar tersebut kami tidak ingin lagi ada anak usia sekolah yang tidak bisa sekolah hanya karena tidak mempunyai biaya,'' ujarnya. (rs-infoBlora - Suara Merdeka)

DPR RI Setujui Kurikulum Baru Dimulai Tanggal 15 Juli 2013

JAKARTA. Setelah melalui pembahasan panjang, DPR akhirnya menyepakati rencana pemerintah untuk melaksanakan kurikulum baru pada 15 Juli 2013. Sebanyak 6 fraksi menyatakan setuju dan 3 fraksi menolak.

6 Fraksi yang sepakat pelaksanaan kurikulum baru pada 15 Juli 2013 dan anggaran sebesar Rp. 829.427.325.000 adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PKB, Partai Gerindra dan Partai Hanura. Tiga fraksi yang menolak adalah PKS, PAN dan PPP.

Pandangan Fraksi Partai Demokrat dibacakan oleh Jefirstson R Riwu Kore. Fraksi Partai Demokrat menyepakati implementasi dan anggaran kurikulum 2013 tanpa catatan.

"Sehubungan masih adanya perdebatan konten kurikulum Fraksi Partai Demokrat menyerahkan pada pemerintah. Kedua, Fraksi Partai Demokrat menyetujui anggaran sebesar Rp. 829.427.325.000," kata Jefirstson.

Kemudian Pandangan Fraksi Partai Golkar dibacakan oleh Popong Otje Junjunan, Golkar menyetujui dengan beberapa catatan. Diantaranya harus dilakukan standar baku terhadap perubahan kurikulum, yaitu dengan mengikuti perkembangan zaman.

"Implementasi kurikulum 2013 tidak hanya untuk sekolah eks RSBI dan sekolah berakreditasi A, tapi mencakup semua kategori sekolah untuk masing-masing jenjang. Sehingga dapat dievaluasi secara komprehensif sejauh mana pelaksanaan kurikulum dengan pola terbatas dan bertahap kalau tidak bisa dikatakan uji coba," papar Popong.

"Fraksi Partai Golkar mempersilakan kepada Kemendikbud untuk melaksanakan kurikulum 2013 pada Juli yang akan datang, dan semua catatan kami dapat mendapat perhatian dan dipenuhi," imbuhnya.

Fraksi PDIP dibacakan Asdi Narang. PDIP menyepakati tanpa catatan. "Fraksi PDIP menyatakan menyetujui kurikuulum 2013 dan menyambut dengan gembira," ucap Asdi Narang.

Fraksi Partai Gerindra yang dibacakan Nuroji, menyepakati kurikulum dengan 4 catatan. Pertama terkait subtansi kurikulum diserahkan pada kewenangan pemerintah.

"Kedua pemerintah telah merencanakan cakupan sekolah dan anggaran. Ketiga pemerintah telah sampaikan perubahan anggaran, dan keemat pemerintah telah menyusun jadwal persiapan yang telah disesuaikan dengan awal tahun akademik 2013," papar Nuroji.

Dua fraksi lain yaitu PKB dan Partai Hanura dibacakan oleh wakil ketua komisi X Utut Adianto. Hanura sepakat dengan catatan standar kelulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian kurikulum lebih disempurnakan.

Tiga fraksi yang menolak kurikulum dilaksanakan pada 15 Juli 2013 adalah PKS, PPP dan PAN. Khusus untuk PAN menolak dan meminta untuk tahun 2013 hanya dilakukan uji coba.

"Disni ada 6 fraksi yang menyetujui dengan catatan terlampir dalam keputusan ini, dan ada 3 yang memang berbeda. Intinya PKS belum menyetujui, PAN menyetujui hanya piloting (uji coba), dan PPP menyetujui diundur sampai 2014. Jadi 3 fraksi belum menyetujui," kata ketua komisi X Agus Hermanto menyampaikan kesimpulan fraksi.

"Kami mohon persetejuan anggoota komisi X setelah mendengar pandangan fraksi, apakah dapat disetuji?" tanya Agus.

"Setuju..!!" jawab mayoritas anggota.

Tok..!! Tok..!! Kurikulum 2013 pun disepakati dan anggaran segera dicairkan. Pemerintah akan memprioritaskan pelaksanaan kurikulum ini untuk sekolah eks RSBI dan berakreditasi A sebanyak 6.325 sekolah. (rs-infoBlora - Detik.com)

Jumat, 24 Mei 2013

DAS Bengawan Solo di Wilayah Kab.Blora Kaya Fosil Binatang Purba

BLORA. Daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo di wilayah Kabupaten Blora diperkirakan menyimpan banyak fosil binatang purba.

Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Kebudayaan Komunikasi dan Informatika (DPPKKI) Blora,  Slamet Pamuji, melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Suntoyo, mengungkapkan beberapa kali ditemukan fosil binatang purba di DAS Bengawan Solo di wilayah Kecamatan Kradenan.

Diantaranya bofidae (pemamahbiak) seperti sapi dan kerbau, kura-kura, panther tigris (macan)dan buffalow (banteng).

"Penemuan fosil terakhir adalah rahang bawah gajah purba. Fosil itu ditemukan Senin (20/5)," ujarnya, Jumat (24/5).

Menurutnya, penemuan fosil-fosil binatang purba tersebut di lokasi yang berbeda. Namun masih dalam satu kawasan di DAS Bengawan Solo.

"Untuk fosil rahang gajah ini ditemukan di sekitar pemukiman warga yang jaraknya sekitar 500 meter dari bibir sungai Bengawan Solo," tandas Suntoyo.

Fosil rahang bawah gajah purba itu ditemukan warga Desa Medalem, Sutriman, saat menggali lubang untuk pondasi rumah. Fosil yang diperkirakan berumur 250 ribu tahun itu berukuran lebar 66 centimeter, tinggi 31 centimeter, panjang 72 centimeter dan diameter dalam 52 centimeter serta diameter luar 57 centimeter. Di rahang tersebut terdapat pula deretan gigi berjumlah sembilan. Saat ini fosil rahang itu telah disimpan di Kantor DPPKKI untuk dilakukan prevarasi atau pembersihan.

Menurut Suntoyo pihaknya akan menggandeng Balai Arkeologi (Balar) Bandung untuk meneliti sekaligus mencari bagian lain dari tubuh gajah purba. Sebab dimungkinkan tak jauh dari lokasi penemuan rahang bawah gajah tersimpan bagian lain dari tubuh gajah purba.

Suntoyo mengimbau, warga setempat agar segera melaporkan ke DPPKKI jika menemukan potongan fosil. Dia menyebutkan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, warga tidak diperkenankan mengusai atau bahkan memperjualbelikan benda-benda bersejarah yang ditemukan sendiri. Sebab jika terbukti melakukan hal itu maka akan diancam dengan hukuman pidana. 

Di masa lampau diperkirakan kawasan Desa Medalem dan sekitarnya berupa padang savana tepian sungai Bengawan Solo. Di padang savana itulah hidup beraneka jenis binatang purba. Binatang-binatang itu hidup di lokasi yang banyak menyimpan sumber makanan serta minuman. Karena itulah kerap kali ditemukan fosil binatang purba di DAS Bengawan Solo di Kecamatan Kradenan. (rs-infoBlora - Suara Merdeka)

23 Siswa SMK/MA di Kab. Blora tidak Lulus UN 2013

BLORA. Sebanyak 23 siswa di Blora dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional (UN). Yang tidak lulus kebanyakan berasal dari jenjang SMK yang mencapai 22 siswa, sedangkan 1 siswa dari jenjang MA. Sementara untuk jenjang SMA dinyatakan lulus 100 persen.

"Untuk tahun ini siswa yang paling banyak tidak lulus berasal dari SMK baik negeri atau swasta," kata Kabid Dikmen Dindikpora Blora, Aunur Rofig, Jumat (24/5) sore.

Menurutnya, siswa SMK sendiri yang ikut ujian sebanyak 4.640 siswa dan 22 siswa tidak lulus, lima siswa di antaranya berasal dari SMK Negeri yang ada di Blora.

Aunur menambahkan, secara keselurahan pada tahun 2013 ini prosentase kelulusan mencapai 99,75 persen atau meningkat dari tahun lalu yang hanya mencapai 99,65 persen. Yang berbeda adalah pada tahun lalu siswa SMA banyak yang tidak lulus, sedangkan siswa SMK lulus semua.

"Dibanding tahun lalu, prosentase kelulusan tahun ini lebih baik," tambahnya.

Dindikpora Blora, mengumumkan kelulusan dengan mengundang orang tua siswa ke sekolah, hal itu untuk menghindarikan aksi konvoi dan corat-coret yang biasa dilakukan. ( rs-infoBlora - Suara Merdeka )

Rabu, 22 Mei 2013

Kurikulum 2013 Pelajaran PPKN dan Pendidikan Agama Empat Jam

BLORA. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora merencanakan sosialisasi kurikulum baru saat libur sekolah. Itu dilakukan agar sosialisasi lebih fokus dengan waktu cukup longgar. ‘’Sehingga saat masuk sekolah setelah libur, kurikulum baru sudah bisa dilaksanakan,’’ ujar Kepala Dindikpora, Achmad Wardoyo, Rabu (22/5).

Hanya saja Wardoyo menegaskan kurikulum baru yang berlaku secara nasional itu tidak diterapkan sekaligus untuk semua kelas sekolah. Di Sekolah Dasar (SD), kurikulum baru diberlakukan untuk kelas 1-4. Sedangkan SMP  untuk kelas tujuh dan SMA kelas sepuluh. ‘’Selain kelas-kelas tersebut tetap menggunakan kurikulum lama,’’ tandasnya.

Wardoyo mengungkapkan kurikulum baru untuk SD, SMP dan SMA yang diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan antara lain menyangkut standar evaluasi dan struktur program pengajaran. Untuk pelajaran PPKN (PMP) misalnya. Di kurikulum lama PPKN diajarkan selama dua jam pelajar.
Seiring diterapkannya kurikulum baru, PPKN diajarkan selama empat jam pelajaran dalam satu pekan. Demikian juga dengan mata pelajaran agama. Dari sebelumnya dua jam menjadi empat jam. Bagaimana dengan penghapusan ujian nasional (UN) untuk SD? Wardoyo menyatakan masih menunggu ketentuan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

‘’Kita tunggu perkembangannya seperti apa,’’ katanya. Sebab beredar kabar seiring diterapkannya kurikulum baru, UN di tingkat SD akan dihapus. ‘’Sepengetahuan saya untuk siswa kelas enam SD tetap menggunakan kurikulum lama. Tapi apakah dengan kurikulum lama itu tetap akan ada UN SD atau tidak, kami belum bisa menjawab. Sebaiknya ditunggu keputusan dari menteri seperti apa,’’ tambahnya. (Suara Merdeka - infoBlora)

Selasa, 21 Mei 2013

Direksi Pertamina Mengajar, Ratusan Siswa SMAN 2 Cepu Antusias

BLORA. Ratusan siswa kelas XI SMA Negeri 2 Cepu mengikuti acara Direksi Mengajar yang diselenggarakan oleh PT. Pertamina (Persero). Mereka begitu antusias mendengarkan motivasi dari Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina dalam rangka Direksi Mengajar. Acara digelar di halaman SMA Negeri 2 Cepu, Senin (20/5) kemarin.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya Yuktyanta memberikan motivasi, arahan bahkan pengalaman hidup semenjak dia kecil hingga sekarang ini, bisa menjabat sebagai Dirut Pemasaran dan Niaga Pertamina.

Kurang lebih 1 (satu) jam dihadapan murid SMA N 2 Cepu, Hanung memberikan kunci sukses dirinya bisa menduduki jabatan prestisius di PT. Pertamina.

Pertama, untuk menjadi orang sukses harus mempunyai cita-cita tinggi yang dibarengi dengan kerja keras. Kedua, ingin menjadi orang sukses harus berkepribadian berbeda dengan yang lainnya.

Hanung mengisahkan, dirinya dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, bapaknya adalah seorang Tentara berasal dari Kedungtuban sedangkan ibunya berasal dari Grobogan, Dirinya mengenang, sewaktu masih duduk dibangku sekolah dalam sehari belajar minimal 5 (lima) jam.

“Banyak teman-teman kalian waktunya habis digunakan untuk bermain dan hura-hura. Gunakan waktu kalian untuk belajar dan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif lainnya,” kata Hanung.

Kunci sukses yang ketiga adalah pasrahkan kepada Allah SWT, setelah bekerja keras, sandarkan kepada Tuhan. “Manusia hanya bisa berusaha, hasilnya kita serahkan padaNya,” ucapnya.

Kunci sukses yang keempat, ini yang menurutnya paling penting. Kesuksesan anak adalah ridho dari orang tua. Tidak akan ada kesuksesan jika berani sama orang tua.

“Jika sampai sekarang masih ada yang berani sama orang tua. Nanti setelah ini tobat, sungkem minta maaf sama orang tua,” tandas Hanung.

Bupati Blora, dalam sambutannya mengatakan bahwa keseksesan tidak hanya melalui prestasi akademik, namun non akademik juga bisa membawa seseorang untuk maju. Djoko Nugroho juga mengatakan, untuk menjadi sukses, seseorang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, namun juga harus dibarengi dengan kecerdasan sosial.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan berupa laptop,proyektor, screen proyektor dan alat-alat olah raga. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Pertamina juga akan membangun 2 (dua) ruang kelas belajar.

Acara dihadiri Direksi Pertamina, Bupati
Blora Djoko Nugroho, Muspika Kec. Cepu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kab. Blora, Achmad Wardoyo, Dewan Guru serta civitas akademika SMA N 2 Cepu. (DPPKKI Kab. Blora) - (infoBlora)

Senin, 20 Mei 2013

Dana BOS SMA/Sederajat Dialokasikan Rp 1 Juta Per Siswa Per Tahun

BLORA. Tidak ada alasan lagi bagi siswa lulusan SMP/sederajat tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Pasalnya mulai tahun depan pemerintah mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk SMA/sederajat sebesar Rp 1 juta per siswa per tahun. Selain itu ada juga bantuan ataupun beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

Hanya saja berbeda dengan beasiswa, dana BOS bukan diterima langsung oleh siswa, melainkan dikirim ke rekening sekolah. Penggunaan dana BOS untuk semua operasional sekolah. Misalnya pembelian alat tulis, praktikum, perbaikan gedung ringan dan penggunaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

‘’Kami berharap dengan alokasi BOS Rp 1 juta per siswa per tahun, di Blora ini tidak ada lagi siswa lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah ke SMA/sederajat,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho, Senin (20/5) kemarin.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora, Achmad Wardoyo, mengemukakan anggaran BOS maupun beasiswa ada yang bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.
Wardoyo mengemukakan selama ini angka partisipasi masyarakat (APM) di Blora untuk SMA/sederajat masih berkisar  68 persen. Artinya 32 persen lulusan SMP/sederajat di Blora tidak melanjutkan sekolah ke SMA/sederajat dengan berbagai alasan. Salah satunya karena ketiadaan dana.

‘’Siswa dari keluarga miskin akan diberikan beasiswa. Pendidikan di SMA/sederajat bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu akan digratiskan,’’ ungkapnya.

Menurutnya hal itu seiring akan diberlakukannya program Pendidikan Menengah Universal (PMU) atau yang akrab dikenal dengan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) 12 tahun oleh pemerintah. Selama ini Wajardikdas yang diterapkan adalah 9 tahun atau hingga SMP/sederajat. (infoBlora - Suara Merdeka)

Sabtu, 18 Mei 2013

Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora Ucapkan Janji Profesi di Pendopo Kabupaten

BLORA. Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus IV Blora mengikuti upacara pemasangan kap profesi dan ucap janji mahasiswa di pendopo rumah dinas bupati, Sabtu (18/5).

Mereka yang diambil janji adalah mahasiswa semester 3 Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang, Kampus IV yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Blora.

Upacara dihadiri Bupati Blora Djoko Nugroho dalam hal ini diwakili Asisten II Sekda Kab. Blora yang juga Plt Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Blora, Bondan Sukarno, Pembantu Direktur III Poltekkes Kemenkes Semarang, Warijan, Ketua Jurusan Keperawatan Semarang, Heru Supriyanto, Ketua Program Studi Keperawatan Blora, Suharto, Para Dosen serta wali mahasiswa dan tamu undangan.

Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutan tertulisnya mengatakan bahwa upacara pemasangan kap profesi dan ucap janji merupakan suatu langkah awal dari perjalanan panjang perkuliahan nantinya.

Bupati mengingatkan segala hal berkaitan dengan pengetahuan, wawasan, ketrampilan yang diperoleh nantinya menjadi bekal yang memadai dalam mengarungi kehidupan ditengah masyarakat.

Lebih dari itu Bupati berharap dengan modal pengetahuan yang diperoleh tersebut, mahasiswa harus memiliki motivasi yang kuat untuk berkarya dan berperan serta dalam pembangunan nasional, regional dan daerah.

“Saya berharap, saudara-saudara bisa mengikuti proses pembelajaran sampai selesai sehingga saudara dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Tidak hanya memuaskan diri sendiri tetapi juga memuaskan keluarga dan segenap civitas akademika,” tandasnya.

Bupati Blora Djoko Nugroho mengapresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Semarang Prodi D3 Keperawatan Blora atas keberhasilannya mencetak SDM berkualitas siap kerja dan siap berperan serta dalam pembangunan di Kab. Blora.

“Kami berharap kedepan, Poltekkes Kemenkes Semarang dapat bekerja lebih keras lagi dalam upaya meningkatkan SDM masyarakat serta menjalin kerjasama dengan Pemkab. Blora dan pihak-pihak terkait,” harapnya.

Sementara itu, Pembantu Direktur 3 Poltekkes Kemenkes Semarang, Warijan mengingatkan kepada mahasiswa bahwa janji yang telah diucapkan untuk direnungkan sehingga saat melayani masyarakat berpegang teguh dengan janji yang telah diucapkan.

Warijan menuturkan, ucap janji tidak hanya dilakukan bagi Program studi Keperawatan dan Bidan tetapi semua Program Studi yang ada di poltekkes Kemenkes Semarang.

“Setelah pemasangan kap dan ucap janji mahasiswa memulai persiapan diri melaksanakan kegiatan di klinik atau lapangan,” terangnya. (DPPKKI Kab. Blora) - (infoBlora)

Jumat, 17 Mei 2013

Ikuti Sarasehan Budaya KAMABA Blora tema "Budaya Samin dalam Perspektif Sosial"

UNDANGAN TERBUKA, Keluarga Mahasiswa Blora Yogyakarta (KAMABA) mengadakan
Sarasehan Budaya dengan tema "Budaya Samin dalam Perspektif Sosial"

Hari Minggu 19 Mei 2013
Pukul 09.00 WIB
Tempat Aula Ruang Utama Lt2 Gedung Balaikota Jogja
Pembicara :
1. Gatot Pranoto ST (Budayawan Blora) dg Materi "Sejarah Blora dan Masyarakat Samin"
2. Alfoe Niam Alwie M. Phil (Aktivis, Pemerhati Sosial & Budaya ) dg Materi "Masyarakat Samin dalam perspektif Teori sosial dan kepemimpinan"

Fasilitas :
1. Snack
2. Makan Siang
3. Doorprize
4. Live music (Electone)
ACARA GRATISSS, Info registrasi 085712110568 / PIN BB 325530C4 / @kamaba_jogja (infoBlora)

Lomba Cerdas Cermat Sosialisasi Pilgub, SMAN 1 Blora Juara I dan Mewakili Blora ke Semarang

BLORA. KPU Blora terus sosialisasikan pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2013. Kali ini target sosialisasi adalah para pemilih pemula yakni para pelajar SMA sederajat yang pada kesempatan ini baru kali pertama mengikuti pemilu. 

Sosialisasi dilakukan dalam bentuk Lomba Cerdas Cermat antar SMA sederajat tentang Pengetahuan Pilgub dan Kepemiluan. Bertempat di SMK N 2 Blora Acara Lomba Cerdas Cermat tingkat Kabupaten Blora dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Blora Moesafa, S.Fil.I.

 ''Kami ingin pelajar yang menjadi  pemilih pemula tahu dan memahami akan ada Pilgub Jateng 2013. Sebagai pemilih pemula, mereka juga diharapkan berperan aktif dalam Pilgub Jateng 2013'' ujar Moesafa.

Program tersebut dari KPU Provinsi Jawa Tengah yang materi soal lomba di antaranya meliputi seputar pendidikan demokrasi, pendidikan pemilih dan kepemiluan. Kegiatan ini bertujuan untuk Sosialisasi Pemilih Pemula.Juri lomba berasal dari tiga unsur. Yakni, Dewan Pendidikan, Drs. Kadarismanto, M.Pd.I , Perwakilan Media, Abdul Muiz, S.Sos dan Tokoh Perempuan, Dra, Sri Mulyani. .

Lomba dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan tes tertulis bagi setiap regu. Kemudian dilanjutkan dengan Final LCC.  Tiga regu yang memperoleh nilai tertinggi di tes tertulis ini berhak lolos ke lomba Final LCC tingkat Kabupaten ,'' tandas Siti Ruhayatin, anggota KPU Blora yang membidangi sosialisasi.
Adapun hasil Final lomba cerdas cermat tingkat Kabupaten Blora, sebagai juara pertama SMAN 1 Blora dengan nilai 1.080, juara kedua SMK Kristen Blora nilai 1.050 dan SMK Migas Cepu nilai 930. Mereka mendapatkan Piagam, Trophy,dan Uang Pembinaan.
Juara  pertama dari SMA N 1 Blora yang diwakili 3 Pelajar  yaitu Shinta Amalia, Agnes Manik Sari Utami, dan Astika Mara Nur Fatima berhak mewakili Blora dalam lomba sejenis di tingkat Bakorwil I yang akan berlangsung tanggal 20 Mei 2013 di Semarang. (KPU Blora - infoBlora)

Kamis, 16 Mei 2013

Sosialisasikan Pilgub, KPU Blora Gelar Lomba Cerdas Cermat SMA Sederajat

BLORA. KPU Blora kemarin, Kamis (16/5), menggelar lomba cerdas cermat (LCC) SMA/sederajat. Lomba dilaksanakan dalam rangka sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah. Lomba yang diikuti sebanyak 16 SMA itu dibuka Ketua KPU Blora, Moesafa.

''Kami ingin pelajar yang menjadi  pemilih pemula tahu dan memahami akan ada Pilgub Jateng. Sebagai pemilih pemula, mereka juga diharapkan berperan aktif dalam Pilgub Jateng,'' ujar Moesafa.

Lomba yang diadakan di aula SMKN 2 Blora itu dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan tes tertulis bagi setiap regu. Kemudian dilanjutkan dengan LCC.  ''Tiga regu yang memperoleh nilai tertinggi di tes tertulis ini berhak lolos ke lomba LCC,'' tandas Siti Ruhayatin, anggota KPU Blora yang membidangi sosialisasi.

Menurutnya materi soal lomba di antaranya meliputi seputar pendidikan demokrasi, pendidikan pemilih dan kepemiluan. Siti Ruhayatin menyebutkan juara pertama lomba ini berhak mewakili Blora dalam lomba sejenis di tingkat Bakorwil I yang akan berlangsung 20 Mei. (Suara Merdeka - infoBlora)

Rabu, 15 Mei 2013

Ratusan Guru Ikuti Sosialisasi Empat Pilar Bangsa di Pendopo Kabupaten Blora

BLORA. Perkembang teknologi informasi di era globalisasi sekarang ini, dimana informasi dengan mudah dan tidak terbendung sehingga budaya dan pengaruh asing mudah masuk dan bisa membahayakan integrasi bangsa. Untuk itu perlu ditanamkan pentingnya wawasan kebangsaan kepada masyarakat.

Sebagai negara majemuk yang memiliki ribuan pulau dengan masyarakat yang berbeda-beda agama, suku, adat istiadat, ras, bahasa, perlu ditanamkan kepada masyarakat tentang 4 (empat) pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni : Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Hal tersebut disampaikan Martin Hutabarat dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang digelar di pendopo rumah dinas bupati, Rabu (15/5) hari ini. Acara dihadiri Bupati Blora Djoko
Nugroho, Muspida Kab. Blora, Kepala Kemenag Kab. Blora, Pengurus PGRI Kab. Blora.

Ketua PGRI Kab. Blora selaku Panitia Penyelenggara mengatakan tujuan diselenggarakannya sosialisasi adalah adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang 4 (empat) pilar bangsa, mengingatkan dan membudayakan pentingnya kehidupan berkonstitusi.

Kedudukan guru sebagai tenaga pendidik memiliki kedudukan strategis untuk menyampaikan informasi kepada siswa tentang pilar kebangsaan. Untuk itu dalam sambutannya, Bupati Blora Djoko Nugroho mengharapkan peran serta guru untuk turut menyampaikannya kepada masyarakat.

“Setelah mengikuti sosialisasi, tolong
dijabarkan dan diaplikasikan kepada anak didik dan masyarakat,” harapnya. (DPPKKI Kab. Blora) - (infoBlora)


Selasa, 07 Mei 2013

Poltekkes Kemenkes Semarang Gelar Pemilihan Mas Mbak Kampus IV Blora

BLORA. Bertempat di halaman kampus IV Blora Poltekkes Kemenkes Semarang digelar pemilihan mas dan mbak kampus IV tahun 2013. Kegiatan yang diadakan dalam rangka memperingati hari Kartini diikuti sebanyak 63 peserta dari mahasiswa prodi DIII Kebidanan dan DIII Keperawatan kampus IV Blora. Kegiatan ini dilkasanakan  oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) prodi DIII Kebidanan Blora sebagai panitia penyelenggara.


Acara dibuka dengan fashion show seluruh peserta dan dilanjutkan dengan penampilan minat bakat, pertanyaan – pertanyaan tentang wawasan nusantara dan budaya lokal untuk menciutkan peserta menjadi 10 besar, 5 besar dan 3 besar. Proses penyeleksian tidak hanya berdasarkan penampilan fisik saja, melainkan juri juga menilai berdasarkan kepribadian dan kemampuan public speaking peserta. Setelah melalui seleksi yang ketat, terpilihlah mbak kampus IV “Novera Arisnadani” mahasiswa prodi DIII Kebidanan Blora dan mas kampus IV “Muhammad Yunus” mahasiswa prodi DIII Keperawatan Blora. Keduanya terpilih dan menyingkirkan puluhan peserta lainnya yang mendaftar.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk berkontribusi positif demi kampus IV poltekkes Kemenkes Semarang dan akan melaksanakan tugas serta tanggung jawab sebagai mbak kampus IV Blora” ujar gadis kelahiran Semarang 19 tahun silam. Hal senada diungkapkan oleh Muhammad Yunus setelah dinobatkan menjadi mas kampus IV.
Dengan terpilihnya mas dan mbak kampus IV 2013 diharapkan kedepannya dapat mempromosikan kampus IV Poltekkes Kemenkes Semarang.
 Juara Mas dan Mbak Kampus IV
  1. 1.Muhammad Yunus (Tingkat II Prodi DIII Keperawatan Blora)
  2. 2.Novera Arisnadani (Tingkat I Prodi DIII Kebidanan Blora)
Runner Up 1
  1. 1.Ahmad Syaiful Anwar (Tingkat II Prodi DIII Keperawatan Blora)
  2. 2.Fila Delfia Belinda (Tingkat I Prodi DIII Kebidanan Blora)
Runner Up 2
  1. 1.Seno Aribowo (Tingkat I Prodi DIII Keperawatan Blora)
  2. 2.Rina Astuti Setyaningrum (Tingkat I Prodi DIII Keperawatan Blora)

Senin, 06 Mei 2013

Tingkatkan Wawasan Kebangsaan, Pramuka SMK Khozinatul Ulum Todanan Sambangi Koramil

 
TODANAN. Upaya menumbuhkembangkan semangat membela Negara Kesatuan RI dan Kesadaran Bela Negara senantiasa harus dipelihara sejak usia dini setiap warga Negara melalui pendidikan baik formal maupun non formal.
 
Dalam hal ini Danramil 14/Todanan Kapten Inf Seman memberikan pelatihan Anak Pramuka tingkat SMK KHozinatul Ulum Todanan, tempat di halaman Kantor Koramil 14/Todanan Materi yang diberikan PBB/PPM, Penangg Bencal serta Wawasan Kebangsaan.
Melaksanakan Pembinaan Pramuka untuk meningkatkan Kwalitas Manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri dan cerdas serta sehat jasmani dan rohani. Sehingga mampu menumbuhkembangkan dan memperdalam rasa cinta tanah air, mempertebal semangat kebangsaan dan rasa kesetiakawanan sosial. Demikian yang disampaikan Danramil 14/Todanan Kapten Inf seman. ( Dim 0721/Blora )

Di Blora 15.110 Siswa SD Ikuti UN, Satu Siswa Tuna Netra.


BLORA. Hari ini (6/5) sebanyak 15.110 siswa siswi yang tersebar di 586 SD/MI Negeri dan 67 SD/MI Swasta di seluruh Kabupaten Blora hingga rabu (8/5) nanti mengikuti Ujian Nasional. "Tahun ini semuanya ada 15.110 siswa yang mengikuti ujian." Kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora, Ahmad Wardoyo.

Dari peserta tersebut, ada dua siswa dari sekolah dasar luar biasa (SDLB) serta 66 siswa dari kejar paket A. Untuk SDLB satu diantaranya adalah penyandang tuna netra sehingga dalam ujian menggunakan soal huruf braile. "Soal huruf braile sudah ada bersama naskah soal untuk umum", tambahnya.

Menurut Wardoyo naskah soal minggu kemarin telah selesai didistribusikan ke seluruh Posko UN SD/MI di masing-masing Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) TK/SD yang ada di setiap kecamatan. Kemudian mulai pagi tadi soal UN mulai didistribusikan ke masing-masing sekolah. Sementara untuk sekolah yang letaknya jauh langsung didistribusikan sejak kemarin.

Adapun Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pendidikan Dasar Sugiyanto menambahkan Ujian paket A hanya ada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Ngawen dan Tunjungan. Sedangkan untuk ruangan UN, panitia telah menyiapkan 539 ruangan untuk siswa SD dan 88 ruangan untuk siswa MI. Sedangkan siswa SDLB ada 2 ruangan dengan total jumlah pengawas 2058 guru.

Kepala SLBN Blora Sutoto mengatakan di sekolahnya ada satu siswa yang mengikuti ujian UN, sedangkan 10 siswa lainnya hanya mengikuti ujian sekolah saja. "Yang satu ikut UN itu penyandang tuna netra sehingga akan menggunakan soal huruf breile." ungkap Sutoto.

Sedangkan yang ujian sekolah bagi siswa yang memiliki kecacatan tuna akan dibagi dalam C, C1, D1, dan F (ganda). (dok.infoBlora)


Sabtu, 04 Mei 2013

661 Box Naskah Soal UN SD Tiba di Blora dan Siap Dibagikan ke Seluruh Sekolah

BLORA. Naskah soal ujian negara (UN) jenjang Sekolah Dasar (SD) Madarasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan Kejar paket A, tiba di Blora sekitar  Jum'at (3/5), dengan pengawalan ketat dari kepolisian.

Naskah soal sebanyak 661 kardus tersebut kemudian disimpan di Aula Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Blora, dengan sudah di kelompokan pada masing-masing Kecamatan dan setiap boxnya juga sudah persekolahan dan setiap mata pelajaran yang diujikan.

"Sampai hari minggu pagi, soal disimpan di ruangan ini aula Dindikpora, dengan dijaga dari kepolisian, Dinas Pendidikan Propinsi dan Dindikpora Blora," kata Plt Kabid Pendidikan Dasar Sugiyanto.

Menurutnya selama di kantor Dindikpora, semua pintu telah disegel dan akan dikunci tiga gembok, dengan masing-masing kunci akan dipegang oleh kepolisian, Dindikpora dan Dinas Pendidikan propinsi, sehingga soal benar-benar terjaga dengan baik.

Selanjutnya naskah soal tersebut akan dikirim kepada masing-masing posko UN di tingkat kecamatan yang berada di Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TK/SD di 16 Kecamatan, Minggu (5/5) pagi sekitar pukul 08:00.

Proses pengiriman naskah soal, lanjutnya juga akan melibatkan kepolisian sehingga selama perjalanan soal aman. "Soal disimpan di UPTD dengan penjagaan dari polisi, UPTD, pengawas SD, dan kecamatan," tambahnya.

Sugiyanto menambahkan, naskah soal yang dikirim sudah termasuk soal jenis Braile yang digunakan oleh satu siswa SDLB yang ada di SLBN Jepon Blora. Kemudian juga ada 3 boks soal untuk Kejar Paket A dan 3 bok untuk naskah soal UN Susulan.

Khusus SDLB sendiri ada 2 boks, yang satu braile dan yang satu boks naskah soal biasa. "Peserta Kejar Paket A ada di Kecamatan Ngawen dan Tunjungan, jumlahnya ada 66 siswa," jelasnya.

Sugiyanto yang juga Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) ini memastikan bahwa soal akan tiba tepat waktu. Dindikpora juga sudah mempertimbangkan jauh dekatnya lokasi sekolah yang ada.

Lokasi sekolah yang jauh umunya berada di Kecamatan Kradenan dan Jati di mana ada beberapa sekolah yang berada persis dengan perbatasan Kabupaten Ngawi Jawa Timur dan berada di tengah hutan dengan akses jalan yang sulit dijangkau.
( Sugie Rusyono / CN19 / JBSM ) - (Suara Merdeka - infoBlora)

Kamis, 02 Mei 2013

Peringati Hardiknas, 16.029 Pelajar di Kabupaten Blora Dapat Beasiswa

BLORA. Peringatan hari Pendidikan Nasional di Blora, Kamis (2/5), menjadi kado indah bagi ribuan siswa SD dan SMP. Secara simbolis, Bupati Djoko Nugroho, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Achmad Wardoyo, menyerahkan kartu Bantuan Siswa Miskin (BSM) kepada dua orang perwakilan siswa.

Dengan kartu tersebut para siswa nantinya bisa mengambil dana bantuan atau beasiswa di loket kantor pos terdekat. BSM merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. BSM adalah bantuan yang diberikan kepada siswa dari keluarga kurang mampu untuk dapat melakukan kegiatan belajar di sekolah. Bantuan ini memberikan peluang bagi siswa untuk mengikuti pendidikan di level yang lebih tinggi. Pada tahun 2013 ini, telah disiapkan anggaran Rp 7,8 triliun untuk BSM.

Di Blora, jumlah siswa yang mendapatkan BSM sebanyak 16.029 orang, terdiri dari siswa SD 11.529 orang dan SMP 4.500 siswa. Total dana untuk BSM di Blora sebanyak Rp 5,64 miliar. ‘’Kami berharap dengan adanya BSM termasuk pula program lainnya  di bidang pendidikan yang dilakukan pemerintah, tidak akan ada lagi siswa yang putus sekolah karena ketiadaan biaya,’’ ujar Bupati Djoko Nugroho.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, BSM untuk siswa SMP kelas 7 dan 8 ditetapkan sebesar Rp 550.000/orang/pertahun. Sedangkan untuk kelas 9, Rp 275.000/orang. Adapun BSM bagi siswa SD kelas 2-5 sebesar Rp 360.000/orang dan kelas 6 Rp 180.000/orang. Pihak Kantor Pos Blora telah menerima dropping alokasi dana BSM dari pemerintah.

‘’Menurut rencana penarikan atau pencairan beasiswa tersebut dimulai awal Mei hingga 30 Juni melalui loket-loket kantor Pos terdekat,’’ ujar Kepala Kantor Pos Blora, Purwo Sudarmanto, melalui Manajer Layanan, Budi Hartanto.

Adapun persyaratan pencairan dana BSM oleh masing-masing penerima adalah foto copi kartu tanda pelajar atau foto copi rapor yang ada identitas siswa. Atau bisa juga dengan surat keterangan identitas siswa yang disahkan oleh kepala sekolah. Penarikan dana BSM harus dilakukan sendiri oleh siswa yang bersangkutan. Penarikan dengan surat kuasa atau secara kolektif, dilarang.
( Abdul Muiz / CN34 / JBSM )-(rs_infoBlora)
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 INFOBLA. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top